Dampak Pengerukan Tanpa AMDAL,Membuat Sengsara Pedagang Pasar "Dewi sri" Pujon Kabupaten Malang

INDONESIASATU.CO.ID:

Batu-Seyogyanya sebuah pembangunan dalam bentuk apapun adalah untuk kepentingan dan juga bisa bermanfaat buat semua orang.Pembangunan yang tidak mengindahkan nilai-nilai kemanusiaan akan menyengsarakan banyak orang dan hanya menguntungkan sebagian pemegang kekuasaan dan pemangku kepentingan.

Gambaran itulah yang bisa kita rasakan apabila mengunjungi sebuah pasar tradisional "Dewi sri" di daerah pujon kota dingin dan sejuk di batu,sekitar 45 menit perjalanan dari kota Malang jawa timur.

Semenjak adanya proyek pembangunan revitalisasi pasar Dewi sri yang dilakukan oleh pengelola pasar PD jasa yasa,pedagang yang ada di pasar merasa sangat terganggu.Dan menurut Amin wahyudi sebagai ketua paguyuban pedagang pasar Dewi sri,pembangunan pasar yang menurutnya bermasalah ini sangat tidak manusiawi.Akibat pengerukan tanah tebing untuk memperluas area pasar dan tujuan awalnya adalah memperluas lahan parkir dan mempercantik pasar,kenyataannya dari pengerukan yang telah dilakukan sepertinya pihak PD Jasa yasa akan menambah jumlah bedak-bedak pasar juga membuat penginapan dan sebagai tempat wisata.Padahal lokasi pasar tidak memungkinkan untuk itu.

Proyek revitalisasi sudah berjalan tetapi pihak PD Jasa yasa sendiri tidak pernah mau menunjukkan gambar rancangan proyek revitalisasi,sedangkan Amin sudah menanyakan kepada pengelola proyek.Akibat pengerukan menyebabkan lingkungan sekitar pasar berdebu dan becek,air juga menggenang di jalan raya.Pedagang juga pengunjung mengeluhkan banyaknya debu menempel di setiap dagangan yang dijual.Warga juga kuatir akan genangan air dan tanah yang becek bisa suatu saat mencelakakan warga.

Menurut Amin,beberapa kali warga diminta kesediaannya oleh pengelola pasar untuk kerja bakti membersihkan genangan air dan jalan yang becek."Kita sebagai warga yang domisili jelas kagak mau terus terusan kerja bakti wong itu bukan kemauan kita,"kata Amin sambil menahan emosi.

Menurut Amin,proses revitalisasi pasar Dewi sri yang masuk daerah desa Ngabab pujon ini sangat merugikan pedagang dan warga,karena dia sebagai ketua paguyuban tidak pernah diajak berembug dengan PD jasa yasa sebagai pengelola pasar.Dan yang paling memprihatinkan adalah masuknya investor untuk revitalisasi pasar ini tanpa proses lelang dan persetujuan warga dan pedagang.Apalagi setelah Amin mewakili pedagang menanyakan tentang surat AMDAL,pihak pengelola hanya menjawab sedang diurus.Dan menurut pengakuan Lurah setempat,pihak kelurahan juga tidak pernah tahu menahu masalah proyek tersebut,karena pihak kelurahan merasa pengelola pasar dan investor tidak pernah meminta ijin kepada kelurahan.

"Bagaimana mungkin surat AMDAL belum turun tapi proyek sudah dijalankan,"jelas Amin.Menurutnya patok terdalam yang paling dekat dengan mata air,selisih kurang lebih 17 meter.Sedangkan tebing sebelah timur yang dikeruk jarak terdekat dari bedak yang sudah ada sekitar 90 meter dan sangat membahayakan pedagang pasar di bawahnya apabila terjadi hujan dan longsor.

Amin juga menegaskan,"Kalau berbicara undang-undang semestinya jarak kurang dari 100 meter dari mata air semestinya tidak boleh dikelola untuk apapun tapi berhubung ini sudah terjadi mau gimana lagi, maka dari itu proyek revitalisasi harus wajib Amdal, kalau tidak menggunakan berarti proyek siluman yg perlu  perlu perhatian dari pemerintah pusat, karena masyarakat atau pedagang kecil ini bisanya cuma perasaan takut terhadap penguasa ?, dan menurut hemat saya pasar Dewi sri bukan pasar tujuan wisata tapi hanya sekedar "ampiran", jadi kalau dipaksakan sebagai tujuan wisata tidak memungkinkan karena lahan yang terlalu minim apalagi sumber/mata air yg ada masih di manfaatkan warga pengguna air untuk kosumsi tiap hari,"imbuhnya.

Amin sebagai ketua paguyuban juga menyesalkan dalam revitalisasi pasar ini pedagang dikenakan harga yang sangat mahal untuk nilai setiap bedaknya.Pada tahun 2017 Amin dengan beberapa pengurus pasar Dewi sri sudah mencoba mengadu ke anggota dewan kabupaten Malang.Dan waktu itu Amin dan kawan -kawan sempat duduk bersama dewan membicarakan hal tersebut.Tetapi sampai sekarang tetap tidak ada penyelesaian dan belum ada satupun anggota dewan yang datang untuk menemui pedagang di pasar Dewi sri.(Hendro B.L)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita